Menemani Orang Tua Menunaikan Haji/Umroh Atau Mempersiapkan Ujian ?

Mukena | Perlengkapan Umroh Wanita

Dalam melaksanakan ibadah umroh perlu menyiapkan keperluan fisik,mental, dan perlengkapan umroh wanita yang sangat baik. Perlu banyak sekali persiapan yang harus dilakukan mulai dari persiapan biaya, kesehatan, dan perlengkapan umroh wanita serta perlengkapan penting lainnya yang dapat menunjang berbagai proses kelancaran dalam pelaksanaan ibadah.

Pergi haji bagi yang mampu menjadi kewajiban yang tak bisa ditolak oleh setiap umat Muslim. Tapi, memaknai mampu disini tak hanya sekadar secara finansial namun secara fisik juga. Lantas kepada para jamaah yang lanjut usia, sangat menyarankan agar dilakukan pendampingan dari pihak keluarga.

Jangan biarkan jamaah haji perempuan (terlebih yang sudah lanjut usia) berbelanja atau berjalan sendiri tanpa pendamping pria yang merupakan makhramnya sebagai contoh anak atau suami yang masih sanggup mendampingi. Sebaiknya berbelanja dan berjalan bersama-sama untuk menghindari hal hal yang tidak diinginkan.

Setiap jamaah yang hendak beribadah ke Tanah Suci pada intinya ingin mendapatkan kekhusyukan beribadah. Ketika jamaah yang telah lansia atau sakit dibiarkan sendiri, hal itu justru mengganggu ibadah jamaah lainnya disana. Maka dari itu lebih baik Anda sebagai anak, menemani orang tua nya menunaikan ibadah haji dan umroh.

Anda sendiri yang bisa memperkirakan waktu terkait belajar dan ujian. Jika safarnya bisa ditempuh dalam waktu singkat, kemungkinan masih bisa mengejar ketinggalan dan mengikuti ujian susulan. Usahakan agar anda bisa mengantarkan ibu anda. Ketahuilah sesungguhnya waktu dan tenaga yang anda luangkan untuk mengantarkan ibu anda bagian dari bakti anda kepada orang tua, juga menjaganya dari terjerumus ke dalam dosa, pasti Allah akan menggantinya dengan kebaikan.

Namun jika anda yakin akan membahayakan kuliah anda atau menjadikan anda kurang siap mengahdapi ujian, maka persilahkan ibu anda berangkat sendiri, akan tetapi tetap anda harus berusaha untuk memperkecil madharat selama dalam perjalanannya karena ia pergi tanpa mahram, misalnya dengan mencarikan pendamping yang dapat dipercaya seperti kerabat, jika hal itu mungkinkan.

Referensi :

https://www.cheria-travel.com/2012/02/mendampingi-orangtua-saat-menjalankan.html

https://islamqa.info/id/answers/103443/berangkat-menemani-ibunya-menunaikan-ibadah-haji-atau-mempersiapkan-ujian

https://republika.co.id/berita/dunia-islam/umroh-haji/14/03/12/n2bdj5-jamaah-lansia-perlu-pendamping-1

Jika Anda yang ingin membeli perlengkapan umroh wanita agar lebih praktis dan efisien Anda bisa membelinya di Zaidan Mall. Disana menjual banyak perlengkapan umroh wanita dan perlengkapan haji. Kunjungi Zaidan Mall di https://jualperlengkapanumroh.com, www.zaidanmall.com atau Anda juga bisa langsung kunjungi di homepage website kami.

Membayar Dam Bisa di Tanah Air?

Gambar oleh GLady dari Pixabay

Umroh merupakan salah satu perjalanan yang paling dicita-citakan seluruh umat muslim di dunia. Saat itu pun umat muslim dapat beribadah dan bersujud dengan khusyuk di rumah Allah. Dan dalam melaksanakan ibadah umroh, kita perlu menyiapkan keperluan fisik,mental, dan perlengkapan umroh wanita yang sangat baik.

Sampai saat ini Majelis Ulama Indonesia (MUI) berpendapat Dam harus dibayar di Tanah Suci. Tapi ada wacana lain, Dam bisa dibayar di tanah air.”Kalau saya pribadi melakukan itu (membayar dam di tanah air). Jadi kalau saya pergi haji (tamattu), saya potong hewan kurban dan Dam di Indonesia,” kata Kepala Staf Teknis Urusan Haji Indonesia, Nur Samad Kamba di kantor Daerah Kerja (Daker) Makkah.

Perdebatan bahwa hewan Dam harus dibayarkan atau disembelih karena selama ini kita cenderung terjebak pada tekstual aturan mengenai masalah ini. Padahal yang jauh lebih penting adalah melaksanakan tujuan Dam itu sendiri.”Tapi harusnya kita melihat tujuan dari Dam ini, yakni untuk fakir miskin. Jadi di mana saja boleh. Ini bentuk kepedulian Islam terhadap fakir miskin. Ini juga bisa membangun solidaritas sosial yang luar biasa. Jadi menurut saya, kalau Dam itu disembelih di rumah lalu kita bagikan ke seluruh tetangga, Masya Allah pahalanya lebih besar,” tegas Nur Samad.

Diakui Nur Samad, penyembelihan hewan di Tanah Air sampai saat ini belum disetujui oleh Majelis Ulama Indonesia. Namun demikian dia yakin, wacana penyembelihan hewan Dam di Tanah Air ini akan terus berkembang.”Masalah ini sudah didiskusikan dengan MUI tapi tidak pernah selesai. 
Ada cara lain untuk membayar DAM, yaitu:

  1. Beli Kupon Resmi
    Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH), merekomendasikan jemaah haji untuk membayar dam dengan membeli kupon pembayaran dam yang disediakan Kerajaan Arab Saudi. Kupon yang dijual kantor pos Saudi ini dipatok senilai 475 real.
  1. Beli-Sembelih Kambing Langsung
    Cara yang kedua ini merupakan cara tradisional. Jemaah bisa ke pasar hewan di Mekah, salah satunya di wilayah Kakiyah.
    Di pasar Kakiyah jemaah bisa terlibat langsung tawar menawar dengan penjual kambing. Jemaah bisa mendapatkan harga yang lebih murah dibanding harga dam dengan pembelian kupon. Masih di pasar yang sama, ada juga tempat penyembelihan hewan dengan biaya tambahan 20 real. Namun perlu dicatat, pasar Kakiyah terletak di padang terbuka dengan panas yang menyengat di siang hari. Jadi jamaah harus membawa perlengkapan umroh wanita yang sesuai.
  1. Titip Lewat Mukimin
    Ada cara lain membayar dam, yaitu menitipkan sejumlah uang kepada mukimin atau orang Indonesia yang tinggal di Mekah. Mereka yang akan mengurus pembayaran dam. Para mukimin yang nanti akan belanja dan menyembelih kambing dan mendistribusikannya kepada masyarakat setempat.

Referensi :

https://m.detik.com/news/berita/d-4156703/3-cara-bayar-dam-untuk-jemaah-haji

https://m.detik.com/news/berita/d-716168/dam-bisa-dibayar-di-tanah-air

Jika Anda yang ingin membeli perlengkapan umroh wanita agar lebih praktis dan efisien Anda bisa membelinya di Zaidan Mall. Disana menjual banyak perlengkapan umroh wanita dan perlengkapan haji. Kunjungi Zaidan Mall di https://jualperlengkapanumroh.com, www.zaidanmall.com atau Anda juga bisa langsung kunjungi di homepage website kami.

Menggunakan Sarung Tangan Medis saat Keadaan Darurat bagi Wanita Berihram

Perlengkapan Umroh Wanita yang Dilarang Saat Umroh

Dalam pelaksanaan ibadah umroh ini memang diperlukan banyak sekali persiapan yang harus dilakukan mulai dari persiapan biaya, kesehatan,juga semua perlengkapan umroh wanita yang dapat menunjang berbagai proses kelancaran dalam pelaksanaan umroh yang akan anda lakukan tersebut. Sebab persiapan yang harus anda lakukan haruslah benar benar matang dengan berbagai perlengkapan umroh wanita yang harus anda bawa dan tidak boleh tertinggal.

Lalu bagaimana jika wanita berihram menggunakan sarung tangan sebagai perlengkapan umroh wanita?

Jika seorang wanita sedang berihram, maka tidak boleh memakai sarung tangan dan cadar sebagai perlengkapan umroh wanita, baik berihram untuk haji atau umroh sampai menyelesaikan umrohnya atau bertahallul dengan tahallul awal.

Jika dalam keadaan darurat dia harus memakai apa yang diharamkan untuk dipakai seorang yang muhrim untuk suatu keperluan, misalnya karena dingin, sakit atau yang lainnya, maka boleh-boleh saja dengan tetap membayar kaffarat, sebagai contoh: memakai sarung tangan medis (karet) jika dibutuhkan, sebagaimana seorang wanita yang sedang berihram, dia memakainya untuk mengobati orang yang sedang sakit atau yang sedang terluka. Dia boleh memakainya namun harus membayar fidyah.

Syeikh Zakariya Al Anshori –rahimahullah- berkata dalam Asna Al Mathalib (1/507):

“Barang siapa yang memakai sesuatu yang diharamkan untuk memakainya dalam kondisi berihram atau menutupi apa yang diharamkan untuk ditutupi, karena panas, dingin atau karena mengobati, atau karena yang lainnya, maka tetap dibolehkan dan membayar fidyah”.

Syeikh Ibnu Utsaimin –rahimahullah- berkata:

“Bagi setiap orang yang melakukan larangan-larangan (dalam ihram) ada tiga kondisi:

1. Mengerjakan larangan tanpa ada alasan atau udzur, maka dia berdosa dan wajib membayar fidyah.

2. Mengenakannya karena kebutuhan tertentu, maka tidak berdosa namun tetap membayar fidyah. Jika dia butuh untuk menutupi kepalanya karena cuaca dingin atau panas, maka dia boleh menutupinya namun tetap wajib membayar fidyah.

3.Dia mengerjakannya karena tidak tahu hukumnya, karena lupa, dipaksa atau karena tertidur, maka tidak ada dosa baginya dan tidak ada fidyah.

Referensi :

https://islamqa.info/id/answers/218960/apakah-dibolehkan-bagi-seorang-wanita-yang-sedang-berihram-untuk-memakai-sarung-tangan-medis-karena-darurat

Jika Anda yang ingin membeli perlengkapan umroh wanita agar lebih praktis dan efisien Anda bisa membelinya di Zaidan Mall. Disana menjual banyak perlengkapan umroh wanita dan perlengkapan haji. Kunjungi Zaidan Mall di https://jualperlengkapanumroh.com, www.zaidanmall.com atau Anda juga bisa langsung kunjungi di homepage website kami.

Melempar Jumrah, Namun Setelah Tiba di Negaranya Diketahui Bahwa Lemparannya Kurang Dari Tujuh Kerikil

Tas Haji Serbaguna | Perlengkapan Umroh Wanita

Haji & Umroh adalah salah satu sunnah yang disarankan bagi para umat muslim didunia yang mampu , dalam pelaksanaan ibadah haji umroh ini memang diperlukan banyak sekali persiapan yang harus dilakukan mulai dari persiapan biaya, kesehatan, juga semua perlengkapan umroh wanita yang dapat menunjang berbagai proses kelancaran dalam pelaksanaan umroh yang akan anda lakukan tersebut. Sebab persiapan yang harus anda lakukan haruslah matang dengan berbagai perlengkapan umroh wanita yang harus anda bawa dan tidak boleh tertinggal.

Ibnu Qayyim rahimahullah mengatakan, “Telah ada (hadits) shahih dari Nabi sallallahu’alihi wa sallam bahwa beliau melempar  jumrah dengan tujuh kerikil. Dari periwayatan Abdullah bin Abbas, Jabir bin Abdullah dan Abdullah bin Umar.” (Hasyiyah Ibnu Qayim Ala Mukhtashar Sunan Abi Daud, 5/312).

Para ulama banyak berbeda pendapat terkait kekurangan kerikil dalam melempar jumrah. Dalam masalah ini tidak ada nash sebagai rujukan agar dapat menyelesaikan perbedaan yang ada.

Terdapat dalam Al-Mausu’ah Al-Fiqhiyah, 17/80, 81, “Madzhab Syafiiyyah dan Hanabilah berpendapat diharuskan membayar dam bagi orang yang tidak melempar (semua jamarat). Atau tidak melempar sehari atau dua hari atau kurang tiga kerikil dalam melempar jumrah apa saja.

Menurut Syafiiyyah lemparan yang kurang satu  kerikil, diwajibkan membayar satu mud, kalau dua kerikil kelipatan itu (2 mud).

Sementara Hanabilah dalam masalah kurangnya lemparan  satu atau dua kerikil, banyak riwayat.

Dalam Al-Mughni dikatakan, “Yang tampak dari Ahmad tidak ada kewajiban apa-apa (kalau lemparannya kurang dari satu atau dua kerikil.”

Sedangkan Hanafiyah berpendapat, wajib terkena dam kalau jamaah haji tidak melempar jumrah empat hari semuanya, atau meninggalkan sehari penuh. Kalau kurangnya hanya  sedikit kerikil dalam melempar, maka dia harus bersadaqah. Setiap kerikil setengah sha gandum atau satu sha kurma atau jelai (jenis gandum).

Adapun Madzhab Malikiyah, diharuskan membayar dam, baik bagi yang melempar kurang dari satu kerikil atau meninggalkan semuanya.

Referensi :

https://islamqa.info/id/answers/128422/hukum-orang-melempar-jumrah-kemudian-setelah-tiba-di-negaranya-diketahui-bahwa-dia-lemparannya-kurang-dari-tujuh-kerikil

Jika Anda yang ingin membeli perlengkapan umroh wanita agar lebih praktis dan efisien Anda bisa membelinya di Zaidan Mall. Disana menjual banyak perlengkapan umroh wanita dan perlengkapan haji. Kunjungi Zaidan Mall di https://jualperlengkapanumroh.com, www.zaidanmall.com atau Anda juga bisa langsung kunjungi di homepage website kami.

Beberapa Hal Yang Harus Diwaspadai Pada Saat Menjalankan Ibadah Umroh/Haji

Tips Jitu Agar Barang Bawaan Umroh Tidak Tertukar | Perlengkapan Umroh Wanita

Selain biaya, ibadah umroh juga memerlukan persiapan perlengkapan umroh wanita yang sangat matang agar lancar selama proses ibadah. Bagi Anda yang baru pertama kali akan berangkat umrah, berikut hal-hal yang perlu diperhatikan sebelum pergi ke Tanah Suci.

Berikut ini ada 5 hal yang harus diwaspadai saat Umrohdan bisa menjadi acuan supaya Anda selalu berhati-hati di sana.

  • Tertular Penyakit Jamaah Lain

Anda tak pernah tahu kapan penyakit bisa datang. Bisa jadi suatu saat Anda tertular penyakit. Apalagi Anda juga akan bertemu banyak orang dari seluruh dunia, tak hanya rombongan dari Indonesia saja. Untuk mencegah penularan penyakit, sebaiknya bawalah multivitamin dan obat-obatan pribadi sebagai perlengkapan umroh wanita. Siapkan juga masker, minyak angin, atau inhaler jika mempunyai riwayat sesak napas.

  • Tersesat

Masjidil Haram dan Masjid Nabawi yang digunakan untuk melakukan ibadah Umroh itu bangunannya sangat luas. Setiap bagian mempunyai desain yang mirip dan masing-masing pintu memiliki nama tersendiri. Anda harus menghafalkan nama pintu masuk, karena Anda akan keluar lewat situ juga. Jika kelupaan, Anda bisa tersesat dan tak bisa pulang ke hotel. Hal ini seringkali terjadi pada jamaah yang sudah lanjut usia. Oleh karena itu, sebaiknya dampingi jamaah lanjut usia agar tidak mudah tersesat.

  • Desak-Desakan Mencium Hajar Aswad

Di titik inilah banyak jamaah yang mencoba untuk mencium hajar aswad. Segala cara pun dilakukan. Anda harus bisa menilai kondisi dan situasinya terlebih dahulu.Jika memang tidak memungkinkan, maka tak perlu dilakukan.

  • Copet

Di dalam Masjid Nabawi pun Anda mempunyai kemungkinan bertemu pencopet. Sebaiknya Anda tidak membawa dompet atau perhiasan. Bawalah uang dan perlengkapan umroh wanita secukupnya saja, lalu taruh di dalam kantung yang tersembunyi.

  • Pelecehan Seksual

Pelecehan ini tak hanya dilakukan secara fisik, tapi verbal juga, meskipun Anda sudah memakai pakaian yang tertutup. Inilah mengapa penting sekali untuk memakai pakaian sesuai aturan dari Arab, yakni warna gelap.

Sekian artikel saya, sumber :

https://umra.id/blog/hati-hati-berikut-ini-5-hal-yang-harus-diwaspadai-saat-umroh-di-tanah-suci/

https://www.megainsurance.co.id/detailpost/ibadah-umroh

Jika Anda yang ingin membeli perlengkapan umroh wanita agar lebih praktis dan efisien Anda bisa membelinya di Zaidan Mall. Disana menjual banyak perlengkapan umroh wanita dan perlengkapan haji. Kunjungi Zaidan Mall di https://jualperlengkapanumroh.com, www.zaidanmall.com atau Anda juga bisa langsung kunjungi di homepage website kami.

Badal Umroh/Haji Untuk Dua Orang Digantikan Satu Orang, Sah kah?

Beribadah haji memang menjadi dambaan kaum muslim dari berbagai negeri. Tak heran bila setiap masuk bulan haji, jutaan umat Islam berbondong-bondong ke Tanah Suci. Tak sedikit pula diantaranya yang datang sebagai badal haji. Dalam melaksanakan ibadah haji umroh perlu menyiapkan keperluan fisik dan perlengkapan umroh wanita yang sangat baik. Diperlukan banyak juga persiapan yang harus dilakukan mulai dari persiapan biaya, kesehatan, perlengkapan umroh wanita serta perlengkapan haji dan umroh penting lainnya yang dapat menunjang berbagai proses kelancaran dalam pelaksanaan ibadah.

Badal artinya pengganti. Badal haji berarti seseorang yang berniat haji bukan untuk dirinya, tapi untuk menggantikan haji orang lain. Dalam kitab-kitab fiqih istilah yang sering digunakan adalah al-hajju ‘anil-ghair yaitu berhaji untuk orang lain. Dimana seseorang yang mengerjakan ibadah haji bukan dengan niat untuk dirinya sendiri, melainkan niatnya untuk orang lain. Dengan syarat, orang yang dibadalkan telah meninggal dunia dan belum melakukan ibadah haji, atau karena sakit berat sehingga tidak mungkin untuk melakukannya, namun mempunyai biaya atau ongkos yang cukup untuk berhaji.

Dan memang, nyatanya seseorang benar-benar melakukan ibadah haji, namun dia meniatkan agar pahalanya diberikan kepada orang lain. Tentunya ini bukan hal yang mengada-ada, tetapi berdasarkan apa yang dilakukan oleh para sahabat nabi, sebagaimana yang diajarkan langsung oleh Rasulullah.

Untuk bisa menghajikan atau mengumrahkan orang lain, dapat dilaksanakan apabila orang yang menghajikan atau mengumrahkan harus sudah melaksanakan ibadah haji atau umrah, juga tidak boleh menggabungkan dengan haji orang lain lagi. Dan yang pasti orangnya sudah akil baligh serta sehat jasmani. Badal haji untuk dua orang atau lebih sekaligus hukumnya tidak sah untuk kedua-duanya dan haji tersebut menjadi haji sunah bagi pelakunya, karena niat haji (ihram) untuk dua orang sekaligus baik untuk dirinya dan orang lain atau sama-sama orang lain hukum tidak boleh / tidak sah.

Referensi :

https://islam.bangkitmedia.com/hukum-seorang-badal-haji-untuk-dua-orang-atau-lebih/

https://www.madaninews.id/3397/badal-haji-menghajikan-orang-lain.html

Jika Anda yang ingin membeli perlengkapan umroh wanita agar lebih praktis dan efisien Anda bisa membelinya di Zaidan Mall. Disana menjual banyak perlengkapan umroh wanita dan perlengkapan haji. Kunjungi Zaidan Mall di https://jualperlengkapanumroh.com, www.zaidanmall.com atau Anda juga bisa langsung kunjungi di homepage website kami.

Mendapat Hadats Kecil di Pertengahan Thowaf

Dalam melaksanakan ibadah haji umroh perlu menyiapkan keperluan fisik dan perlengkapan umroh wanita yang sangat baik. Diperlukan banyak persiapan yang harus dilakukan mulai dari persiapan biaya, kesehatan, dan perlengkapan umroh wanita serta perlengkapan haji umroh penting lainnya yang dapat menunjang berbagai proses kelancaran dalam pelaksanaan ibadah.

Thawaf adalah mengelilingi Ka’bah sebanyak tujuh kali dan Ka’bah berada di sebelah kiri orang yang berthawaf. Di dalam thawaf berisi dzikir dan do’a, boleh pula diisi dengan membaca Al Qur’an. Perlu diketahui bahwa di musim haji, apalagi saat-saat puncak haji/umroh, ketika thawaf ifadhoh, keadaan akan penuh sesak. Sehingga jika ada yang batal wudhunya di pertengahan thawaf, maka akan sulit keluar dari jalur. Lalu bagaimana mengenai masalah ini? Misalnya jika sudah mengitari thawaf sebanyak empat kali, lalu thawafnya batal, haruskah diulangi dari awal ataukah boleh dilanjutkan sisa tiga putaran yang ada?

Perlu diketahui bahwa thoharoh (harus bersuci) bukanlah syarat dalam ihram dan bukan pula syarat dalam amalan umrah atau haji lainnya selain thawaf. Ketika sa’i, melempar jumrah, mabit dan wukuf tidak disyaratkan untuk berthoharoh (dalam keadaan suci).

Bila di pertengahan tawaf jamaah haji berhadats, maka tawaf harus dihentikan untuk sementara. Jamaah haji berkewajiban untuk berwudhu terlebih dahulu. Jika mudharat dan mengalami kesulitan jika harus berwudhu di tempat wudhu di luar Masjid, maka dapat dilakukan tayamum saja. Cukup dengan membaca bismillah, menempelkan telapak tangan kita ke tempat manapun yang diperkirakan berdebu, lalu  mengusap wajah dan kedua tangan. Tidak menghitung putaran yang batal. Setelah kembali dari bersuci, cukup melanjutkan putaran tawaf yang telah dilakukan. Semisal sudah mendapat empat kali putaran, maka cukup menambah tiga kali putaran lagi tanpa perlu mengulang tawaf dari awal. Hal ini baik pemisah waktu antara bersuci dan pelaksanaan tawaf lama atau sebentar. Ketentuan ini juga berlaku dalam kasus terkena najis atau terbukanya aurat di pertengahan tawaf, setelah auratnya kembali tertutup atau najisnya dihilangkan, cukup melanjutkan bilangan tawaf yang didapat.

Referensi :

https://islam.nu.or.id/post/read/108743/saat-berhadats-di-pertengahan-tawaf

https://republika.co.id/berita/nasional/politik/13/09/21/mth1tn-buang-angin-saat-sedang-thawaf-apa-hukumnya

https://muslim.or.id/18347-saat-thawaf-keliling-kabah-wudhu-batal.html

Jika Anda yang ingin membeli perlengkapan umroh wanita agar lebih praktis dan efisien Anda bisa membelinya di Zaidan Mall. Disana menjual banyak perlengkapan umroh wanita dan perlengkapan haji. Kunjungi Zaidan Mall di https://jualperlengkapanumroh.com, www.zaidanmall.com atau Anda juga bisa langsung kunjungi di homepage website kami

Menyertakan Pembantu Tanpa Mahram Saat Menunaikan Ibadah Umroh

Pentingnya Mempersiapkan Perlengkapan Umroh Wanita | Perlengkapan Umroh Wanita

Dalam melaksanakan ibadah haji umroh, perlu menyiapkan keperluan fisik,mental, dan perlengkapan umroh wanita yang sangat baik. Perlu banyak sekali persiapan yang harus dilakukan mulai dari persiapan biaya, kesehatan, dan perlengkapan umroh wanita serta perlengkapan penting lainnya yang dapat menunjang berbagai proses kelancaran dalam pelaksanaan ibadah. Pergi haji bagi yang mampu menjadi kewajiban yang tak bisa ditolak oleh setiap umat Muslim. Tapi, memaknai mampu disini tak hanya sekadar secara finansial namun secara fisik juga. Lantas kepada para jamaah yang lanjut usia, sangat menyarankan agar dilakukan pendampingan dari pihak keluarga.

Setiap jamaah yang hendak beribadah ke Tanah Suci pada intinya ingin mendapatkan kekhusyukan dalam beribadah.

Jangan biarkan jamaah haji perempuan (terlebih yang sudah lanjut usia) berbelanja atau berjalan sendiri tanpa pendamping pria yang merupakan makhramnya sebagai contoh anak atau suami yang masih sanggup mendampingi. Sebaiknya berbelanja dan berjalan bersama-sama untuk menghindari hal hal yang tidak diinginkan.

Jika memang mendesak harus mendatangkan pembantu, maka hendaklah mendatangkan pembantu seorang wanita muslimah, karena ada perintah Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam untuk mengeluarkan orang-orang Yahudi dan Nashrani dari Jazirah Arab. Jangan mendatangkan pembantu yang muda lagi cantik, karena hal itu menjadi sumber fitnah, khususnya jika dia punya anak remaja.

Karena setan masuk ke dalam tubuh manusia melalui pembuluh darah. Kemudian jangan datangkan pembantu kecuali dia bersama mahram. Karena Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam melarang wanita melakukan safar tanpa mahram. Karena mahramnya dapat pergi haji bersamanya.

Adapun jika dia tidak ada mahram, atau dia bersama mahramnya namun mahramnya telah pulang, maka hendaknya para majikan tidak menunaikan haji atau safar bersamanya, tapi titipkan dia kepada orang yang dipercaya. Jika tidak ada orang yang dipercaya, maka pembantu tersebut dapat menunaikan haji bersama mereka karena darurat, dan hajinya dianggap sah.

Referensi :

https://islamqa.info/id/answers/22031/menyertakan-pembantu-tanpa-mahram-saat-menunaikan-ibadah-haji

jika Anda yang ingin membeli perlengkapan umroh wanita agar lebih praktis dan efisien Anda bisa membelinya di Zaidan Mall. Disana menjual banyak perlengkapan umroh wanita dan perlengkapan haji. Kunjungi Zaidan Mall di https://jualperlengkapanumroh.com, www.zaidanmall.com atau Anda juga bisa langsung kunjungi di homepage website kami

Beberapa Tempat Istimewa di Madinah

Umroh | Perlengkapan Umroh Wanita

Umroh merupakan salah satu perjalanan yang paling dicita-citakan seluruh umat muslim di dunia. Saat itu pun umat muslim dapat beribadah dan bersujud dengan khusyuk di rumah Allah. Dan dalam melaksanakan ibadah umroh, kita perlu menyiapkan keperluan fisik,mental, dan perlengkapan umroh wanita yang sangat baik.

Ada seseorang jamaah haji bertanya, “Kami telah melempar jumroh pada tgl 12, kemudian kami keluar dari mina sebelum matahari terbenam dan kami berniat untuk segera keluar dari mina ( muta’ajjil ). Setelah itu kami kembali lagi ke Mina pada malam harinya untuk melaksanakan beberapa amalan, maka apakah kami masih berstatus sebagai muta’ajjil atau kami harus mabit dulu dan melempar jumroh lagi ?”. Jangan khawatir anda masih berstatus muta’ajjil dan anda tidak lagi harus mabit (bermalam) dan melempar jumroh setelah meninggalkan Mina.

Syeikh Muhammad bin Sholeh al Utsaimin pernah ditanya:

“Jika jama’ah haji keluar dari Mina sebelum matahari terbenam pada tanggal 12 dengan niat untuk “ta’jjul” (meninggalkan Mina), lalu dia masih mempunyai tanggungan amal di Mina dan mau kembali lagi setelah matahari terbenam, maka apakah masih dianggap sebagai “muta’ajjil” (orang yang bergegas meninggalkan Mina) ?”

Beliau menjawab:

“Ya, masih dianggap sebagai “muta’ajjil” (orang yang bergegas meninggalkan Mina); karena dia telah menyelesaikan hajinya, dan niat kembali lagi ke Mina karena amalan tertentu tidak menghalangi bergegas meninggalkan Mina; karena dia kembali lagi karena suatu amalan tertentu bukan karena manasik haji. (Al Hajj wal Umrah).

Jika dia belum meninggalkan Mina sampai matahari terbenam, maka dia wajib bermalam di Mina dan melempar jumrah pada tanggal 13 nya,

Diriwayatkan dari Umar –radhiyallahu ‘anhu- bahwa beliau berkata:

” من غربت عليه الشمس وهو بمنى , فلا ينفرن , حتى يرمي الجمار من أوسط أيام التشريق”

“Barang siapa yang dia masih di Mina pada saat matahari sudah terbenam, maka janganlah beranjak sampai dia melempar jumrah di tengah hari-hari tasyriq”.

Referensi :

https://islamqa.info/id/answers/45051/jika-orang-yang-bersegera-keluar-dari-mina-kembali-lagi-pada-malam-harinya-maka-apakah-masih-berstatus-sebagai-bersegera-keluar-dari-mina

https://islamqa.info/id/answers/205161/bersegera-keluar-dari-mina

Jika Anda yang ingin membeli perlengkapan umroh wanita agar lebih praktis dan efisien Anda bisa membelinya di Zaidan Mall. Disana menjual banyak perlengkapan umroh wanita dan perlengkapan haji. Kunjungi Zaidan Mall di https://jualperlengkapanumroh.com, www.zaidanmall.com atau Anda juga bisa langsung kunjungi di homepage website kami.

Membutuhkan bantuan ? Kontak kami di sini.

Kami selalu siap membantu anda. Segera hubungi kami bila anda ada masalah.

Customer Support 0

Qumil

Online

Qumil

Assalamu'alaikum, ada yg dapat saya bantu ? 00.00